lack of understanding

Give Thy servant an understanding heart to judge Thy people and to know good and evil

7.28.2014

Indahmu.

image

Di tengah setiap lamunanku.
Bayangan akanmu mempesona alamku
Indahnya suaramu menampilkan semburat pelangi surga.
Pelukan dan kecupan manismu menjadi alasan di setiap hela nafas

Oh sayangku.

Aku mau tetap merindukanmu
Sampai sosokmu nyata hadir di sisi
Cerita cinta kita tertulis rapi di mimpi Tuhan.
Jiwa kita menari di pikiran-Nya
Lahir kita menjadi awal perjalanan dua insan yang saling menemukan. Berharap ditemukan.

Makanya aku mau menunggumu
Mendesah rindu yang tersimpan di balik kelopak mata
Dan menanti dengan setia ditemani cerita tentang indahmu.

Tentang kamu dan aku yang terlahir untuk bersatu
Tentang kita berdua yang melayang bersama di tinta pena Tuhan

Aku mencintaimu.
Dan ingin terus begitu.
Menunggumu.
Mendesah rindu pada setiap bintang bulan dan matahari yang berganti.

Sayang. Hanya kita.

7.24.2014

Yang aku minta

25 juli 2014

Menantimu bagaikan disiram kemarau yang tak berpenghujung.
Bagai daun-daun kering merindukan setitik hujan
Dan anak kecil yang sedang kehausan di puasa pertamanya.

Wajahmu yang tiba-tiba muncul di balik pintu
Dilengkapi senyuman dan pelukan lembut yang kau berikan
Mengundang oase yang nyata di tengah padang gurun
Si anak kecil yang kehausan berlarian mendengar bedug.

Lalu duduk berdua denganmu ditemani lampu jalanan
Tak ada lilin romantis atau steak mahal penghias meja
Tuturmu yang datang dari hati menjadi yang paling mahal
Di saat aku lelah menanti hari

Kenapa waktu segera berlalu
Sepertinya baru dua tiga kata kita ucap
Baru dua tiga tawa yang terlontar
Lalu datang lagi musim kemarau kemarin

Kembali bangun tanpa senyummu dalam tidur
Membuatku menatap pintu menanti kau masuk

Oh tuhan, denganmu saja yang aku minta.
Mencintaimu dan menantimu, aku setia.

image

7.22.2014

Selamat Berjuang

image

Pemilu.. ah pesta demokrasi yang meriah diwarnai canda, dibumbui drama ini, akhirnya sampai di fase ketok palu pengumuman presiden dan wakil terpilih.

Ribuan ucapan selamat untuk pres wapres pilihan rakyat ini terus membanjiri seluruh sosial media. Tak sedikit yang membawa pesan nasihat pada capres wapres yang harus mengalah pada keputusan bahwa hanya boleh ada satu pres wapres di bangsa ini.

Selamat untuk kita semua yang sudah mencermati dan mengikuti proses demokrasi ini.

Terima kasih untuk kedua capres cawapres serta tim nya yang sudah meluangkan waktu menaruh nasib bangsa di hati mereka dan membawanya dalam harapan dan doa mereka.

Selamat berjuang dan berkarya untuk pres wapres terpilih.

Semoga euforia 'perubahan' ini tidak hanya sampai di sini tapi tetap dibawa di hati setiap orang sampai hembusan nafas bangsa yang terakhir.

Harus ada yang terpilih dari kedua calon. Harus ada yang menang dari kedua pilihan.

Tapi pemilu dan pesta demokrasi ini bukan masalah kemenangan dan kekalahan, tapi keinginan untuk berjalan bersama presiden dan wakil presiden terpilih untuk membangun bangsa.

Semoga kita bisa :)

7.21.2014

Demokrasi Hati

pixoto.com

Orang Indonesia itu kreatif. Kekreatifitasan itu membuat segala hal yang sedang hangat di pasaran jadi laku di mata, telinga, bahkan mulut orang Indonesia. Dari cuma kulit manggis yang mempunyai jingle catchy, piala dunia yang tidak dimenangkan oleh Spanyol lagi, sinetron idul fitri yang mempromosikan si kucing cantik dari Jepang, sampai pemilihan presiden yang sebelum diumumkan sudah dimenangkan oleh kedua pihak.

Uniknya, Pemilu yang sempat dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, kini menjadi hal penting yang harus diperjuangkan bahkan hanya lewat pijitan jempol ke handphone masing-masing. Semua orang berlomba, share berita sana sini diberikan tambahan opini dan kreatifitas masing-masing. Semua orang dari yang kecil hingga nenek yang terbaring di rumah sakit ingin menyuarakan opininya di pesta demokrasi kali ini.

Well, back to the point I have ever written here that 'Democracy could be decisive', I'm glad to some point many people seems to be more well-educated now.

Cukup berbangga hati melihat animo masyarakat yang terlihat 'melek politik'. Apalagi terhadap anak muda yang menyuarakan perubahan. Mungkin mereka bosan terseok-seok di jalan yang sama. Bahkan ketika pemilu 9 juli kemarin, banyak orang-orang yang menyulap handphone mereka untuk menjadi saksi agar tidak terjadi kecurangan. Euphoria, satu kata, terhadap pemilihan presiden 2014 ini cukup membuat saya khususnya bertepuk tangan. Inilah harusnya cara kita memilih presiden di Indonesia yaitu dengan mempelajari lalu yakin.

Awalnya, saya tidak terlalu menaruh hati pada pemilihan ini. Mungkin sama alasannya, bukan tak ingin diedukasi, tapi pernyataan, 'ah paling sama saja' yang lahir dari pandangan skeptis terhadap politik, membuat saya malas mencampuri urusan si satu atau si dua.

Tetapi bermula dari kekreatifitasan orang Indonesia dalam berpendapat membuat saya merasa dicolek ribuan tangan untuk memperhatikan fenomena si satu dan si dua di Indonesia. Pernah saya dibonceng rekan kerja suatu hari, di situ tiba-tiba beliau menanyakan, 'ryn pilih siapa nanti?' Tergagap, saya cuma bisa bilang, 'entahlah, pak. Mungkin si ini.' Saat itu saya hanya 'asal' menjawab, cuma karena tidak ingin ikut2an pilihan orang. -Biasa, kalau anti-mainstream begitulah- Lalu rekan kerja saya inipun menjelaskan seluruh opininya. Sah-sah saja memang. Tapi karena ribuan motor dan mobil yang tidak bisa di-mute, suara beliau jadi samar2.

Sama seperti salah satu teman ayah saya yang setiap kali naik mobil saya, pertanyaan yang diajukan adalah, 'milih sopo, pak entar?' Walah~

Semua berlomba menyuarakan pendapat seakan-akan takut kalau di pasaran harga telinga yang belum tuli ini jadi meninggi karena kehabisan stok. Ah~ sah-sah saja, toh', pendapat itu hasil kerja otak yang diasimilasi dari apa yang dilihat didengar dan dirasa. Jadi saya terus saja memperhatikan gejolak kekreatifitasan dan mulut orang2 yang menyuarakan pendapat. Mencoba menjadi telinga-telinga dan mata yang tersisa.

Lalu tepuk tangan saya mereda setelah menyaksikan maraknya kekreatifitasan menyimpang orang-orang yang entah punya maksud atau hatinya busuk. Black Campaign kata mereka. Saya yang miskin kosa kata, mau tidak mau mempelajari dari contoh apa yang dimaksud Black Campaign. 'Fitnah' mungkin kalau kata sinetron. Kampanye negatif yang dimandikan dengan berita dan fakta yang diputar-putar untuk membangkitkan kebingungan.

Media~ ah lagi-lagi. Kalau bicara tentang politik selalu.. One nation controlled by the media, Green Day once said in their song.

Saya pernah menyimak satu tulisan yang mengatakan kalau media sebenarnya tidak perlu netral, yang penting mereka menyuarakan kebenaran. Nah ini, sudah tidak netral, tidak benar pula. Dulu waktu di Taiwan, saya sempat berbangga hati akan kemampuan jurnalisme orang-orang Indonesia. Mampu menulis, kritis, dan kreatif. Tetapi ketika sudah sampai di prinsip dasar 'memberitakan yang benar' dilanggar. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil tetap berdiam memperhatikan.

Kebohongan yang disuarakan oleh media ini kemudian diamini oleh orang-orang. Semua orang yang 'innocent' sampai yang hatinya sudah di tahap memilih menjadi porak-poranda disetir kata-kata dari media. Dimulai dari kebohongan, kebencian pun dilahirkan. Ah~ kekreatifitasan orang Indonesia ditambah mulut-mulut yang haus akan telinga membuat mereka lupa mundur sejenak hanya untuk berdiam dan memperhatikan.

Sulit memang kalau kebencian sudah terlahir. Absolut, tidak ada toleransi terhadap konotasi negatif yang ditimbulkan dari kata ini.

Sayangnya calon presiden kita cuma dua. Jadi ya kalau tidak satu ya dua, kalau tidak dua ya satu. Namanya sudah versus itu biasanya menurunkan derajat 'pemilihan presiden' menjadi pertandingan yang cuma ada kalah dan menang. Kalau tidak menang ya kalah.

Menyedihkan kalau buat saya.

Pemilihan Presiden yang menjadi tujuan pesta demokrasi ini harusnya lebih dari sekedar pertandingan dan ego untuk menang. Karena pesta demokrasi bukan arena tinju berdarah yang hanya satu tangan pemenang yang diangkat. Bukan juga ajang bertaruh seperti piala dunia. Ini bukan kontes. Kemenangan satu pihak bukan menjadi tujuan dari Pemilihan Presiden. Yang terpenting, bukan kemenangan yang dicari. Tetapi sebuah kesepakatan bangsa untuk saling bantu memajukan negerinya.

Itu yang belum saya lihat.

Pesta demokrasi yang indah ini. Orang-orang yang sudah melek politik ini. Mulut-mulut yang berhasil menyuarakan pendapat tanpa ditembak mati ini. Masih perlu dibarengi semangat mengasihi dari hati.

Ternyata demokrasi tidak pernah lengkap tanpa edukasi dan hati yang bersih.


7.10.2014

Catatan kecil saat menjagamu terlelap.


Catatan kecil saat menjagamu terlelap. 10 Juli 2014

Sayang, aku masih dipenuhi rasa rindu kemarin.
Ditambah syahdu suasana akan kisah cinta dua insan.
Aku akhirnya menemukan sosokmu sore tadi.
Terburu-buru, tapi sempat mencari senyum yang aku simpan.

Lega rasanya masih bisa melihatmu.
Meski si sakit datang mengganggu kerlingan matamu.
Dan senyuman serta celetukan yang selalu membuatku tertawa.
Tapi tak apa, kehadiranmu lebih dari cukup menjadi obat rindu.

Semalaman kita berkisah tentang cinta.
Sesuatu yang menghangatkan perasaan dan jiwa
Rasanya ingin segera berlari dan menciumimu lagi.
Terbayang surga di ujung jejak kaki kita.

Aku ingin mati di pelukmu
dan bersemayam selamanya di hatimu

Aku ingin kita tak perlu punya raga
hanya jiwa yang terikat dengan cincin surga

Aku ingin hidup denganmu dan menggapai cita
sambil bergandeng tangan.
Aku ingin memenuhi dunia dengan canda
dan ketulusan dari cinta kita.

Aku ingin kita hidup ratusan tahun
Berjalan bergandengan di pinggir pantai
Menikmati terbit dan tenggelamnya matahari
Tertawa sambil bercumbu mesra

Aku ingin tergila-gila padamu
Meski anak cucu mentertawakan kita
Aku ingin menua denganmu, 
Dan menjaga cinta yang tak pernah menjadi tua.

Oh sayang, aku begitu merindukan tawamu.
Dan senyumanmu yang membuatku tenang.
Ingin tertidur pulas di pelukanmu
Dan bangun dengan kecupanmu.

Cepat sembuh sayang.
Aku mencintaimu..

5.19.2014

Surat untuk Laki-lakiku.

Selasa, 20 Mei 2014

Hampir jam 12 siang, mas pasti belum mau makan siang. Sejak kita memilih untuk bersama dan aku tahu mas jarang makan siang, aku pasti selalu khawatir kalau mas belum makan, padahal mas harus siap siaga di jalanan. Gimana kalau mas kelaparan, atau perutnya sakit?

Jangankan perut sakit, kaki mas yang terkadang berdarah saja, sudah cukup membuat aku ketakutkan. Mas pernah bilang, dua insan yang bersama harus menyatu dan menjadi satu tubuh. Disadari atau tidak, rasa sakit mas menjadi rasa sakit aku juga.

Makan dulu sayang. Atau paling tidak cemil ini itu, jangan lupa kopi. Di jalanan bahaya sayang, banyak kendaraan yang suka selonong boy, seenaknya sendiri. Aku paling takut mas kenapa-kenapa.
Itu kalau siang. Ketika malam hari, mas selalu berusaha mengantarkan aku menempuh ribuan kilometer jalanan ibukota hanya untuk melihat aku selamat sampai di rumah. Aku selalu ingin kembali naik motor itu dan ikut mas pulang, hanya ingin memastikan mas kembali selamat sampai di rumah. 

Tapi aku suka ketiduran. Bukan karena aku tidak peduli. Kelihatannya jahat memang. Sepertinya rasa cintaku hanya sampai di sms pertama begitu kita berpisah. 'Mas, hati-hati di jalan. Sayang mas'
Tapi kalau aku ketiduran, setiap bangun esoknya, kepalaku langsung pusing, buru-buru mencari hp, menyalahkan diri sendiri, dan mencari segala cara untuk menghubungi mas. Paling tidak mencari kabar, apa mas sudah sampai di rumah dengan selamat. Lagi-lagi karena ketakutan aku. Kalau terbayang kecelakaan mas satu tahun lalu, rasanya aku ingin bawa mas di tas ransel aku, dan aku jaga baik-baik biar tidak ada yang bisa menyakiti badan mas.

Maaf kalau aku sering ketiduran. Kalau boleh aku ga pernah ingin tidur, supaya aku bisa menjaga mas 7 hari 24 jam setiap minggu. Tukang tidur seperti aku.. oh Tuhan, apa yang bisa aku lakukan untuk mas?

Sayang, aku pernah bilang mau jadi penulis. Duniaku, dunia tulis menulis, aku suka bermain kata, dan aku benci keharusan dan tata bahasa yang rasanya selalu mengeliminasi tulisanku. Mas tahu sendiri, berapa puisi yang aku buat ketika jatuh cinta dulu.

Dulu, cerita kita sepertinya banyak menyinggung yang dulu. Dulu begini dan begitu. Aku ingin berbagi masa laluku dengan mas. Semua perasaan cintaku yang begitu banyak setiap tahunnya, berakhir di tulisan-tulisan rongsokan yang tidak ada artinya. Tidak ada seorangpun yang berniat melirik aku, atau memberikan harapan sedikitpun, tak peduli berapa banyak yang aku berikan. 

Dulu, buat aku, setiap cinta adalah penolakan dan penantian, sampai aku menemukan gantinya. Dan akan terus begitu, sampai (syukur2) aku menemukan seseorang yang paling aku tunggu. Harapanku begitu besar ketika jatuh cinta. Saat yang harus aku lakukan adalah menanti dan mencinta, hanya itulah yang bisa aku usahakan dulu. 

Sampai, aku sadar bahwa cinta yang ada dulu itu hanya sesemu bayangan di balik cermin. Terlihat nyata, tapi hanya ada di dalam otakku sendiri. 'Cinta sendiri' kalau orang bilang. Aku terlalu banyak dan terlalu sering bergabung dengan duniaku sendiri yang mencintai orang-orang yang tidak pernah akan mencintai aku. Kenapa? Karena aku masih memberikan celah untuk harapan. Sampai pada akhirnya satu persatu semua harus disudahi, dan berganti dengan cerita baru yang sama menyakitkannya.

Lalu aku bertemu mas.

Yang menawarkan cinta yang meluap-luap di awal pertemuan kita. Belum ada yang punya rasa kekaguman terhadap aku, kecuali mas. Mas menawarkan waktu seumur hidup untuk kita berdua. Menjadi sepasang kekasih yang akhirnya direstui Tuhan untuk aku miliki sendiri. Duniaku yang akhirnya dapat dibagi.
Mas memberikan harapan yang sempat hilang. Harapan akan cinta dan kasih sayang yang paling suci yang dimiliki dua insan ketika memilih jalan pernikahan.

Aku ingin berakhir dan mati di pelukmu, sayang. Dan menyempurnakan hidup aku dengan memandang wajahmu. Laki-lakiku, yang memilih aku. 

Setiap orang punya masa lalu, sayang. Tidak ada yang pernah main-main dalam urusan cinta. Setidaknya kita berdua bilang begitu. Kita pernah bertemu dan mencintai orang lain sebelumnya. Selalu serius dalam urusan cinta, selalu mencintai sepenuh hati, selalu bertahan dalam keadaan apapun. Karena sebuah harapan akan masa depan. Kau dan aku, sama atau beda, kita tetap punya masa lalu.

Sayang, seandainya boleh, aku ingin lahir kembali, bersih tanpa masa lalu, lalu bertemu denganmu. Dan mencintaimu dari lahir hingga akhir hayat. 

Tapi masa lalu selalu ada. Justru karena masa lalu. Kita bertemu dan memilih bersatu. Jalan panjang yang kita lalui dulu, menuntun kita untuk bertemu di sini. Dan kini, aku memilihmu, laki-lakiku yang memilihku.

Dan ketika aku memilihmu. Bukan berarti aku terlahir kembali tanpa masa lalu. Semua akan tetap ada di belakang. Tapi aku memilih maju bersamamu. 

Karena aku ingin berakhir, mati di pelukmu. Sayang.

Wajahmu yang menua yang ingin aku nikmati ketika nafasku hanya tinggal beberapa detik. Tanganmu yang ingin aku pegang ketika aku harus menutup mata. Dan detak jantungmu yang ingin aku dengar, yang membuatku merasa aman. Merasa dicintai.

Laki-lakiku yang memilih aku... 

Tersenyumlah dan percayalah bahwa cinta mas, yang menguatkan aku.
Sayang, aku memilihmu. 

Karyn.

PS. Jangan lupa makan, sayang.

4.02.2014

Di Batas Segalanya

Bukannya madu dari cinta manis adanya?
Harum wanginya mengundang penghuni surga
Warnanya merah merona, semburat pelangi di atasnya
Cinta katanya..
tanpa ada bercak abu-abu penuh ragu

Di batas segalanya
Siapa hendak mempertanyakan manisnya rasa?
Ketika cinta yang bicara
Sulit menemukan celah keabu-abuan pada yakinnya sebuah keputusan
Di batas segalanya, kita mengamini yang ada.

Apa perlu mengkoreksi sebuah cinta?
Berisi luapan dari rasa yang menggebu
Apa perlu ada batas di batas cinta?
Di batas wajar, norma, dan rasa.
Di mana kita?

Bukankah kita sedang mencecap masa indah?
Kenapa ada yang sedikit nampak salah..

Apa kita lupa membatasi cinta di batas segalanya
Atau segalanya tak dibatasi oleh cinta kita?

Di mana harusnya kita berada?

1.13.2014

Suffering- Jess Lee (煎熬) -English translate



李佳薇 


煎熬(Suffering)

作詞:徐世珍/司魚
作曲:饒善強

早知道 你只是飛鳥
擁抱後 手中只剩下 羽毛
當初你又何必浪費
那麼多咖啡和玫瑰 來打擾

If only I knew from earlier that you just like a bird
you flew away after another hug.
Why bother coming to my life,
with cups of coffee and roses

我想要 安靜的思考
天平上 讓愛恨不再 動搖
一想你就平衡不了
我關燈還是關不掉 這風暴

Just give me some time to think
To embrace it and feel calm
But whenever I think about you
I started to feel stressed out and being upset 

心一跳 愛就開始煎熬
每一分 每一秒
火在燒 燒成灰有多好
叫思念 不要吵
我相信我已經快要
快要把你忘掉
跟寂寞  再和好

Within a heartbeat, I'm suffering from this love
Every minute and every second
The fire has burned everything to ashes
Don't let the memories of you come to bother
I believe that I have already
Already forgotten you
Make peace with loneliness

得不到 也不要乞討
怎麼做 不需要別人 轉告
在陷得太深的海底
我也只剩下我自己 能依靠

No need to beg what I couldn't get
Learn how to live alone without someone to talk to
Being trapped alone in this place
I only have my own self to hold on to

心一跳 愛就開始煎熬
每一分 每一秒
火在燒 燒成灰有多好
叫思念 不要吵
我相信我已經快要
快要把你忘掉
跟寂寞 再和好
Within a heartbeat, I'm suffering from this love
Every minute, and every second
The fire has burned everything to ashes
Don't let the memories of you come to bother
I believe that I have already
Already forgotten you
Make peace with loneliness

我相信我已經快要
是真的我快要
快要可以微笑
去面對 下一個 擁抱

I believe, I have already forgotten you
I really have
I have started to get ready
to welcome another you in my life.

10.16.2013

"謝謝你今天帶我來這邊"



有一天我跟我朋友一起騎腳踏車去旗津. 我們就在海邊停著腳踏車, 等日落.
還記得我在海邊聽到最浪漫的話題. 有一個阿姨帶著相機, 然後跟她老公說

"謝謝你今天帶我來這邊"

他們兩個一值在讚美那麼漂亮的太陽和天空. 雖然那天是下雨, 他們願意被風雨吹, 而不要錯過那麼美得風景.
他們很浪漫得一起看日落在遠遠的地方.

以後, 我也想在沙灘過我最後一秒的生活, 就這樣, 跟我情人一起看日落.

是不是很浪漫啊...

10.11.2013

An Evening Orgasm

This is not an orgasm you felt after having sex, so if you want to find something like that, you may leave :D



Hi, welcome to my little room :D

I get a little bit stressed out from the work. Maybe it's a matter of time until I get used to what I do now. But seriously, working isn't fun for me. From monday to friday, you woke up anxious. You don't know what would happen this day, what's your task, and who will release their anger towards you. All you can do is hoping that you will survive the day.

And today, after going back to my little room I rent in Jakarta Barat, I felt like I need to go outside. I dont know where to go, cos I don't know this place. You can imagine a big city with lot of traffic, vehicles everywhere. For a person like me, you won't like to be here.

Moreover, I was told not to wander far from where I live, due to its dangerous nightlife. So regardless, I still walk to Seven Eleven near RCTI. I put my music on while I walk there. When I finally reached there, I serve me a cup of coffee and a snacks. Then I choose a seat and take my book and start reading.


The Friday evening-lovers

It was really nice to sit there alone and enjoy the book, a book about love is myth or something. Well, not my type of book, but I find it amazing to sit and enjoy a cup of coffee, snacks while reading. Not to forget, I light my cigarettes. It was heaven, coffee and cigarettes might be like a soulmate!

Then, before I'm afraid of going back too late, I finish my coffee, and my cigarettes, and going back home. Haha, I cant help singing along the way.

Funny thing start when I got the idea to go to the hospital near my office. There I found a bookstore that sells english book. I was like really happy to find a bookstore that sells english book. Oh, finally I could find something I used to see when I was studying abroad.

I didn't plan to buy a book, but I ended up purchasing a book I like. This is not a book by Keri Smith. The only reason I want to buy this book is because, I really need to do something different for my life, and this book taught me how to do so.


"this book taught me at the first glance that what I do now is a choice, a commitment, and a moment in time, so I have to cherish it"

Well, after that I smoke another cigarettes then I went back home.


I think it is!

After I arrived, I record my voice singing a chinese song I like, and I play my ukulele!
Well, I feel really happy today, I could tell you that this might be even better than an orgasm after masturbation, :D
Nonetheless I might call it an evening orgasm. It's like I just had a long good sex with the yellow-mellow-evening.