lack of understanding

Give Thy servant an understanding heart to judge Thy people and to know good and evil

4.02.2014

Di Batas Segalanya

Bukannya madu dari cinta manis adanya?
Harum wanginya mengundang penghuni surga
Warnanya merah merona, semburat pelangi di atasnya
Cinta katanya..
tanpa ada bercak abu-abu penuh ragu

Di batas segalanya
Siapa hendak mempertanyakan manisnya rasa?
Ketika cinta yang bicara
Sulit menemukan celah keabu-abuan pada yakinnya sebuah keputusan
Di batas segalanya, kita mengamini yang ada.

Apa perlu mengkoreksi sebuah cinta?
Berisi luapan dari rasa yang menggebu
Apa perlu ada batas di batas cinta?
Di batas wajar, norma, dan rasa.
Di mana kita?

Bukankah kita sedang mencecap masa indah?
Kenapa ada yang sedikit nampak salah..

Apa kita lupa membatasi cinta di batas segalanya
Atau segalanya tak dibatasi oleh cinta kita?

Di mana harusnya kita berada?

3.03.2014

So this is the guy

Have you ever felt so sad, that you don't want to say anything? Then suddenly tears fall down on your cheek. You know it's only happening in your mind and crying over something you imagine sometimes would make you like crybaby.

Is love merely a word or a feeling? Who the hell decided to describe love as a wonderful thing human race could feel? While the things love required are sacrifice, pain, and sudden realization of human loneliness.

At least that's how I know love. 

Love is such a cheesy thing to say. Let's put Christopher Carrion from Abarat for an example. His mad grandma once sewed his lips when the word 'love' first came out from his mouth. Grandma realized, love that requires two people could only bold the weaknesses of an individual. Grandma who have plan to rule the Abarat, know exactly that love which has come to the heart of her beloved grandson could only ruin the plan. To rule the world, one should get used to loneliness. And love is just a plan-ruiner.

Damn all this lovebirds around me showing their love!

No matter how good you are at sailing through the tunnel of love, the end of it is just a reality of broken-heart. Damn all this people telling me that love is real. Damn if they said love makes you strong, while the only power I have is the consciousness I had that being alone is okay, you'll be okay to be single, to be alone, to be independent, to be whatever you want without love.

Love didn't make me stronger. The aftermath of broken heart does.

Yesterday I decided to erase everything. Call that guy from the film eternal sunshine of the spotless mind and deleting all the memories after I met you. I put everything to rest, let the questions be unanswered. And pretend you're not there anymore. Although I know, I can never talk to strangers again like I talk to you. I barely knew you. yet, I feel like i know so much about you.

Do you know about me? All the time you were talking about you after having so much things with me. Do you even know I dream to be a writer? Do you even care of how my perspectives on relationship change after I knew you. 7 days and one night we're together. and there's so much things between us, yet nothing.

Like you said, you never feel anything. Nothing.

I ain't mad at you. I just think it's weird and anomalous that my life change in only 7 days. Bold this, I ain't mad at you, though I'm disappointed at you, you knew that! And hell no, I would not make things harder for you. I aint playing the shit with you, I aint telling your someone special about us, why would I? I just think it's unfair how such things happen particularly to me, when I used to believe that love is real, you prove it wrong.

What do you want? Do you care about my opinion?

If I'm so selfish, like you. I would want to have you for my own. I would like to spend nights and days with you. But I knew you. You don't want that because you love her more than anything. And I knew that. If I could have the chance to say something about us, I would tell you to come sometimes and do what we did in 7 days one night more often, while you could still have her. But I knew you. You would not dare to do it. You love her.

I could only wait. And try my best to give what you want when you want.

Sometimes I could wait. But sometimes it's harder to wait than to let go, isn't it? I ain't mad. I just think it's unfair for me who is craving for your presence, but then I have to pray, to wait for a falling star, or to make promise with god all the time, just to have you by my side for a night. While you, could do it all the time when you want it. 

I don't know how hard your life is, you never tell. I don't know how you doing in university, in your club, your neighborhood, your house. And how big is the part of me me in your mind? Do you think of me sometimes? Cos I do think of you once in a while in all the time. Yes, I think about you all days. Now you begin to see the over-attached psycho in me. Now you probably think I'm insane. But I do. I like you, didn't I tell you that?

You have no idea, how fucked up I am when I decided to tell you I like you on the 6th day. All the guys ran after I tell them I like them like I'm some kind of predator. I never hurt anybody, the one I could hurt is myself. Love consumes me, and I did no harm.

Haven't I tell you, I like your teeth, and the way you laugh, your deep eyes, and how you could not pronounce 'r' correctly?

Haven't I tell you, I like your lips, when it touches mine?

I don't want to spend the rest of my life with you. Because to be with you requires a lot of things more than just an affection I have for you. And I don't have other things than affection. But I need you to be around me a little longer.

Damn, how could I say of love when you only crave for something less than love. sex maybe? You must think I'm crazy because I fell for you when you expect playground. I'm sorry. I never thought you're not only playing sex with me.

My heart suddenly wants to get involved. Crazy, ain't I?

So if you found out what I've done. and read this by any chance. I ain't mad at you or your girlfriend. I just jealous, and you might not want to know what a jealous girl capable of doing. I dont want to hurt myself, or both of you. So I step back.

To me it's better to know nothing at all, than to know everything that makes it harder. You would not want to imagine the pain. Leave it to me, I'm used to guy left me, so maybe another guy leave me now would not matter.

Just consider one thing. I'm a person, not an object.

2.16.2014

Rahasia Tubuh

Catatan. Untuk seorang sahabat dan aku.

Aku suka menulis tentang perselingkuhan, suatu hal yang paling dibenci ibuku. Tak jarang ibuku marah-marah manakala aku mengganti channel TV yang kebanyakan berisi gossip artis. Ia paling sebal melihat wajah artis A yang berselingkuh dengan seorang wanita M, yang pernah menjadi sahabat mantan istrinya, si wanita ME. Begitu juga dengan artis K yang meninggalkan suami dan anak-anaknya untuk bersama pria RL. Ah, ibu, perselingkuhan yang menyebalkan itu memang akan selalu ada, suka atau tidak.

Aku suka topik perselingkuhan, karena hanya dalam perselingkuhan aku bisa melihat banyak emosi manusia yang sok kuat tetapi sebenarnya lemah. Misteri salah satunya. Selalu ada rahasia di dalam sebuah perselingkuhan yang sudah melibatkan lebih dari perasaan dan badan.  Keduanya sama-sama tahu bahwa bercinta di dalam ‘gelap’ hanya membawa malapetaka, tetapi keduanya tahu, sayang kalau harus diberhentikan begitu saja. Maka mau tidak mau, keduanya menyimpan rahasia, misteri yang harus dipendam dalam-dalam agar tidak ada yang tersakiti. Tetapi apa memang sebuah perasaan tersakiti itu hanya akan nyata ketika sudah ada bukti dan kata-kata? ‘Yang, aku selingkuh.’ Atau begitu kau menoleh dan menaruh hati pada si idaman lain, lalu bersenggama hati dan badan, kau sudah menyakiti  seseorang yang lain?

Ibu bilang, perselingkuhan itu selalu menyakitkan tiga pihak, si pelaku, si idaman lain, dan si korban. Ibu nampak begitu paham mengenai seluk beluk perselingkuhan. Ah, semoga ibu tidak pernah berada di jajaran tiga pihak itu. Atau mungkin kita semua pernah setidaknya berandai menjadi si peselingkuh? Dan kita akan bilang ‘amit-amit, puiih,’ ketika kita berperan sebagai korban. Ah rupanya kata ‘selingkuh’ itu sudah menjadi buruk rupa bahkan sebelum kita masuk di dalamnya.

Lain cerita kalau kau pernah menjadi salah satu di jajaran tiga peran itu. Pernah dalam hati aku bilang, aku iba dengan artis M yang menjadi sahabat ME. Jika ibu-ibu penikmat gossip itu diperbolehkan berdemo, mereka pasti sudah ada di luar pagar rumah M. Si idaman lain, terkadang akan dikaitkan dengan julukan, ‘penggoda.’ Itu juga yang sempat melintas di otak ibu saya, ‘Tega, ya, nyakitin sahabat sendiri.’

Ah, ibu, untung kau tidak pernah berada di situasi ini, perselingkuhan yang melibatkan badan bukan rasa, tetap saja perselingkuhan, kan. ‘Ibu, mungkin aku harus sesekali belajar menolak,’ ujarku sore itu.

Kalau ibu tahu anaknya sedang kebingungan karena sedikit banyak tiba-tiba ia mengerti perasaan M yang menjadi selingkuhan A yang kemudian dilegalkan dengan pernikahan dan perceraian dengan ME, ia pasti bertanya-tanya terus. Ibu, M tidak bisa menolak begitu saja, karena perselingkuhan itu begitu manis, ia tidak baik dan tidak sepenuhnya buruk. Perselingkuhan itu abu-abu, masih menjadi misteri yang digulung rasa napsu dan ketakutan, takut akan menyakiti, takut ketahuan.

Aku suka menulis tentang perselingkuhan. Kalau kau pernah baca satu dari cerpenku, aku pernah memposisikan diri sebagai peselingkuh dan si idaman lain. Aku memang tidak pernah menulis luka si korban, karena luka itu sudah diperbincangkan orang banyak dan dimaklumi. Tapi si idaman lain yang disebut penggoda belum pernah berada di posisi yang dapat dimengerti. Kata-kata dan lirikan emosi orang-orang nampaknya seperti batu yang dirajam ke tubuh pelaku peselingkuh. Belum pernah ada maaf, katanya.

Sesuatu yang disembunyikan dengan rapih pasti ada alasannya. Sama seperti kau yang menyembunyikan aku setelah ketakutan-ketakutanmu. Kau sibuk menghapus perbincangan kita di mana-mana, lirik kanan-kiri sebelum memasuki ruangan yang diisi oleh kita dan rahasia kecil di antaranya. Beberapa yang disembunyikan pasti menyimpan kesalahan. Sama seperti aku yang bolak-balik melirik tatanan moralitas masyarakat, dan memastikan sudah seberapa jauh aku menyimpang. Tapi aku tidak bisa menolak sesuatu yang salah, karena dalam kesalahan itu ada sebuah manis yang semu. Bukannya nyata-semu sudah tidak ada bedanya lagi? Semua di dunia ini semu, kan? Begitu ujarku saat membenarkan kelakukanku sendiri.

 Si artis A mengakhiri perselingkuhan dengan mensahkannya, sesuatu yang paling disuka manusia, bersembunyi di balik ranah hukum yang mutlak kebenarannya. Semuanya sah, hanya saja si atis ME mengaduh-aduh dan si artis M memilih bungkam. Iyalah, sudah salah jangan terlalu banyak bicara.  Sepahit apapun, perselingkuhan itu hanya pemanis, atau pembuat pahit, kehidupan. Sifatnya hanya sementara dan harus diakhiri sepenuhnya, entah dengan pensahan atau pertobatan.

Perselingkuhan ini, bu, yang begitu kau benci, harus berakhir. Sesuatu yang rahasia sepertinya rindu ingin diungkap. Jika tidak, nanti makin banyak yang tersakiti. Perselingkuhan itu memang begitu, bu. Menyakitkan.


Tapi aku masih tetap suka menulis tentang perselingkuhan. Sebelum dan saat aku berada di dalamnya.

2.08.2014

Kamu, apa kabar?



'Kamu, apa kabar?'

Saya bisa merasakan detak jantungnya. Entah apakah dia juga merasakan kalau detak jantung kami seirama saat itu. Lalu kami menutup mata, menebak-nebak yang terjadi selanjutnya. 

Temaram lampu menjelang jam 12 malam menerobos kasa jendela yang sudah lebih dahulu dihuni nyamuk yang berusaha masuk. Seperti nyamuk pada malam itu, detak jantung kami juga berkejaran menandai hal yang tidak biasa, tidak lazim, mungkin salah. 

'Saya kurang baik. Kamu, apa kabar?'

Lalu lampu pertama mati. Cahaya menyelinap pergi seakan-akan kabur dari tanggung jawabnya untuk menerangi ruangan. Kami masih menutup mata sambil membayangkan taman firdaus atau neraka yang penuh godaan. Seakan tahu apa yang terjadi, kami tidak mengatai cahaya yang sudah lama berkhianat meninggalkan aliran listrik di lampu yang gulita. 

Kami pun berbincang lewat tenaga dan kebutuhan manusiawi. Perasaan paling primitif yang menggebu tak mengenal logika menyeruak di antara peluh. Kami masih menutup mata, dan membuka sesekali untuk meyakinkan diri, bahwa ini memang terjadi.

'Pernah?'

Kenapa saya memilih untuk bungkam dan membiarkan mimpi-mimpi kemarin menjadi nyata? Saya hanya menggelengkan kepala, atau menjawab tidak dengan suara yang pelan. Biarkan saya juga ingin berpeluh seperti nyamuk-nyamuk yang masih berusaha masuk lewat kasa jendela yang sempit. 

Cahaya yang meninggalkan ruangan kini seperti sudah ditakdirkan untuk berkhianat sebentar. Entah kenapa, mungkin hanya dia yang tahu. Saya memilih mengikuti jalannya perasaan, dan jalannya mimpi yang tiba-tiba hadir dalam bentuk yang sempurna. Tapi entah kenapa peluh enggan berbagi rasa dengan deburan ombak dalam hati. 

Mimpi yang sudah dirancang setiap harinya tiba-tiba terwujud. Hanya saja, rasa yang terbayang hanya menjadi angan entah kenapa. Padahal jantung ini rasanya masih ingin mengimbangi irama yang ada. 

'Boleh?'

Saya sempat takut. Takut nyamuk-nyamuk di luar menyelinap lewat kasa jendela yang pada akhirnya bolong juga. Tapi mungkin ruangan gelap yang ditinggal cahaya ini juga menginginkan teman dan karena itu membiarkan nyamuk-nyamuk tersebut bersemayam sejenak?

'Jangan..' 

'Ya sudah.' 

'Tolong!'

Seperti anak kecil yang punya keinginan kuat untuk sebatang coklat. Saya membiarkan kebutuhan manusiawi saya didahului oleh perasaan primitif dia yang lebih menggebu. Terhadap peluh yang menyeruak dalam tubuh, biar saya saja yang menurut. 

Kasa jendela ruangan itu belum terbuka dan menjadi bolong ketika ruangan tiba-tiba benderang lagi setelah cahaya kembali dari jalan-jalannya malam ini. Para nyamuk berbaris lalu mundur. Masih dengan temaram lampu sebelum jam 12 malam. Perasaan primitif kami berubah menjadi kebutuhan akan pertemanan.

'Terakhir.'

Saya mengangguk pelan seperti menyetujui keharusan yang musti dijalankan. Walaupun saya lupa, perasaan primitif itu bisa kembali datang, seperti nyamuk-nyamuk yang besok mungkin mencoba menyeruak masuk kasa jendela lagi.

'Sampai ketemu lagi, sampai nanti.'

Saya kembali bersenda gurau dengan ruangan yang sudah kembali benderang. Detak jantung saya normal. Mungkin begitu juga dengan detak jantung dia. Kami sudah berjarak lagi. Mungkin nanti bertemu, mungkin tidak.

Kalau ada waktu katanya. 

Kalau dia tahu, saya ingin bilang, kebutuhan manusiawi tidak bisa dipadamkan. Kalau dia sadar, saya ingin bilang, saya tidak ingin siapa berkhianat terhadap siapa, saya hanya ingin berbagi peluh lagi, dan menjadi anak kecil bersama yang saling menikmati sebatang coklat. Sehingga tidak perlu saya saja yang menurut nantinya.

1.14.2014

我只剩下我自己能依靠

怎麼辦.. 你沒有回答我.

昨天因為睡不著, 哭著很慘, 又是在想他. 跨年兩個禮拜前, 我跟自己承諾說不要跟任何人談他的事. 不管我有多麼想他. 終於我可以成功的把事情關在我心.

為甚麼我這樣承諾呢? 因為, 從他來我的世界到現在, 我相信, 我已經跟全部人講關於他的事. 我的好朋友都已經知道我跟他的故事. 他是第一個男生敢親我, 而且哪是我的初吻.
雖然他那天晚上跟我說, 不需要講出去. 但是以我的個性, 我就跟好朋友說啦. 為甚麼呢?
第一, 我想分享我的感覺.
第二, 我那時候很迷惑. 真得沒辦法想清楚該怎麼辦

那時候, 我真的很亂七八糟. 我真得很生氣. 我對任何人覺得憤怒, 又其實上帝. 懂我故事的人知道了我跟他的關係. 我們認識不到4天, 他突然來我的房間. 坐在我旁邊, 我們就親吻. 那時候我很無辜, 不知道他有女朋友. 而且, 他又沒有跟我說. 第六天, 晚上, 我們慶祝他生日後, 他又再來我的房間, 帶我去他房間. 那時候我很生氣的說, 有女朋幹嘛還親我. ~不知道你們覺得這樣很正常還是怎樣~ 但我真得很生氣, 因為我們在剛認識, 我不了解他, 他也是, 但我們已經親吻. 親吻對女生真得很重要嗎? 若不是, 但我怎麼會很煩惱?

他跟我解釋後, 我們再親吻. 最近我再發現, 可能讓我煩惱的是, 他說的話...
"我有女朋友. 她愛我, 我愛她. 我們不可能. 我們只能當朋友." 我問他, 那時候對我有沒有感覺, 他回答, "沒有.. 我只把你像一個朋友看待.." 又說, "在我旁邊, 我認識的女孩都是很堅韌, 很堅強的." 那時候我哭, 我說我喜歡他. 他說, "幹嘛要哭..不要再哭啦."

那天晚上, 因為我知道他有女朋友, 最後我就說, 以後不要再聯絡吧. 這樣結束. 我的愛情故事 ~不知道你們認為這樣是否算愛情故事~ 在一個禮拜的時間就結束.

我很煩惱, 很迷惑. 不管他警告我不要跟任何人說, 我就需要別人嘛. 但朋友們啊~ 你們都是很貼心, 很在乎我. 我感覺到你們的好意. 但我很堅執說, 沒有人可以幫我.
因為有些人說, "這樣得事情, 又其實在雅加達, 常常發生啦!"
問題是, 為甚麼會發生在我身上呢? it's a bad luck, maybe.

跨年過了, 我慢慢得可以接受真相. 而且不知道因為那時候我要求他, 不要再聯絡, 他真的沒跟我聯絡, 還是他真的不想跟我聯絡. 我們沒聯絡. 他可能忘記了, 或他恨我.
我有想過好幾次, 要跟他說, 我要他, 我想他, 我想跟他見面之類, 但我一直很害怕. 害怕他在跟他女朋友. 害怕他女朋友發現我們兩個得私情 ~這樣算私情嗎?~ 害怕他不回答, 害怕他不在乎.

到了昨天晚上. 朋友分享得心情讓我有點傷心. 我突然很想他, 而且想到我那時候的困難. 我很脆弱.. 不是一直都這樣嗎? 我因為這麼脆弱, 沒有人愛, 沒有人喜歡我. 這樣嗎? 說我懷! 說我很虛弱! 說我胖! 說我醜! 說我自私! 說我不值得! 說我笨! 我懂.
最近不只是感情, 工作上面的事, 也真得讓我煩惱 我正在覺得我不值得, 我沒有甚麼能力能讓别人喜歡我. 我沒什麼能力. 我就是笨嗎!

22歲, 還在煩惱少女的事情, 真的我自己的問題. 我應該對自己有自信吧. 但我已經把事情弄亂. 我沒辦法想清楚. 都毀滅. 更慘的是, 這樣的我, 因為那麼幼稚的想法, 我沒有任何人能依靠. 當我開口講出這樣的想法, 他們的回答一定是... 你想太多.. 那真的幫不了我. 我真的會覺得, 你們不懂我. 沒人懂我.. ~10年還是一樣的問題, 沒有人懂我~

昨天晚上因為太想他, 我寄訊息, 跟他說, 'ㄟ, 我突然想你. 哈哈' 到現在, 他沒有回答.

你們有聽過, 每個人來這個世界上, 一定會有理由. 他們一定會有目的.

我是個例外...

1.13.2014

Suffering- Jess Lee (煎熬) -English translate



李佳薇 


煎熬(Suffering)

作詞:徐世珍/司魚
作曲:饒善強

早知道 你只是飛鳥
擁抱後 手中只剩下 羽毛
當初你又何必浪費
那麼多咖啡和玫瑰 來打擾

If only I knew from earlier that you just like a bird
you flew away after another hug.
Why bother coming to my life,
with cups of coffee and roses

我想要 安靜的思考
天平上 讓愛恨不再 動搖
一想你就平衡不了
我關燈還是關不掉 這風暴

Just give me some time to think
To embrace it and feel calm
But whenever I think about you
I started to feel stressed out and being upset 

心一跳 愛就開始煎熬
每一分 每一秒
火在燒 燒成灰有多好
叫思念 不要吵
我相信我已經快要
快要把你忘掉
跟寂寞  再和好

Within a heartbeat, I'm suffering from this love
Every minute and every second
The fire has burned everything to ashes
Don't let the memories of you come to bother
I believe that I have already
Already forgotten you
Make peace with loneliness

得不到 也不要乞討
怎麼做 不需要別人 轉告
在陷得太深的海底
我也只剩下我自己 能依靠

No need to beg what I couldn't get
Learn how to live alone without someone to talk to
Being trapped alone in this place
I only have my own self to hold on to

心一跳 愛就開始煎熬
每一分 每一秒
火在燒 燒成灰有多好
叫思念 不要吵
我相信我已經快要
快要把你忘掉
跟寂寞 再和好
Within a heartbeat, I'm suffering from this love
Every minute, and every second
The fire has burned everything to ashes
Don't let the memories of you come to bother
I believe that I have already
Already forgotten you
Make peace with loneliness

我相信我已經快要
是真的我快要
快要可以微笑
去面對 下一個 擁抱

I believe, I have already forgotten you
I really have
I have started to get ready
to welcome another you in my life.

12.22.2013

Anomali

Kamu sebuah anomali yang terjadi hanya sekali pada tingkat derajat tertentu. Tentang sebuah substansi yang berubah sifat, atau malah mengkhianati kodratnya. Sesuatu yang nampaknya salah, di luar norma, tapi aku suka. Aku suka...
Dan aku berharap sebuah anomali menjadi takdir dan jalan yang ditentukan.
Meski menyimpang, tapi nyata.

12.12.2013

Apa kita salah?

Entah muncul dari rasa tertarik, atau hanya napsu. Entah karena gairah masa muda yang suka bermain api, atau hanya sekedar kenyamanan dua insan. Yang pasti, hal itu sudah terjadi, dan tertulis dalam sejarah kita dengan tinta merah, yang tidak dapat dihapus dengan karet penghapus.

Aku tidak ingin lagi mencari dan membahas apa kata mereka tentang laki-laki, perempuan, dan sex.. juga memaksakan diri untuk berada di barisan perempuan pendemo perselingkuhan. Buktinya selingkuh itu bak apel yang dimakan hawa. Siapa yang tahu kelezatan membawa malapetaka? Apa iya hidup hanya untuk mencicipi pahit, dan menjauhi yang lezat?

Aku juga lelah membacamu lewat buku, dan bukannya lari ke sisimu dan mewawancaraimu dengan segudang pertanyaan yang bertambah setiap harinya. Pada intinya, aku lelah bertanya. Seorang gemini yang digoda rasa penasaran hampir tidak bisa menerima pernyataan bahwa tidak setiap pertanyaan memiliki jawaban. Aku yang berpura-pura menyangklongkan rokok sambil membetulkan letak topi baret, kini sudah lelah bermain menjadi detektif.

Yang aku tahu, kamu sudah tidak ada.

Aku tidak bermimpi disengat kalajengking. Apalagi jika sengatannya yang begitu pelan tapi berbahaya sempat membawa manis di antara bibir, sayang berakhir pahit. Si kalajengking pulang kampung, lalu memeluk kekasihnya. Entah sempat ada rasa atau hanya napsu, yang pasti akhirnya pahit untuk perempuan ini. Karena kata mereka, yang pertama adalah yang paling sulit terlewat dalam otak.

Ah, entah apa aku yang terlalu berlebihan, berpikir siang dan malam, membuat dunia sendiri tentang kita, dan mengulang rekaman yang cuma menambah kesedihan. Bahkan aku masih mencoba mencerna setiap kata yang terucap, untuk dijadikan bukti bahwa masih ada sequel baru untuk cerita pendek yang kita tulis bersama.

Dan ketika aku terlalu lelah menahan rasa pedih, bak abg yang menahan rindu, aku selalu mencoba mencari serpihan diriku sebelum ada kamu, atom dan molekul dalam diriku yang dulu belum diisi memori tentang kamu. Agar, kalau bisa, aku hidup dengan mereka saja, dan memaksa untuk menghapus sejarah itu. Dan membakar cerita pendek itu.

Tapi buktinya kamu pernah ada, meski sekarang tidak.

Berapa lama sudah berlalu? Sampai akhirnya aku sadar, keputusanku mungkin benar. Meskipun aku sempat menyalahkan keputusan gegabah yang aku ambil, aku lupa aku punya napsu, aku lupa aku mau jadi anarkis, bercinta dan bermain api. Tapi mungkin itu yang paling tepat. Menjauh, menjaga jarak, dan merelakan.

Siapa bilang, aku tidak merindukanmu. Siapa bilang hanya lelaki yang punya napsu.
Entah rasa atau napsu yang bicara, entah keduanya. Yang pasti aku tetap menginginkamu, sebagai teman, sebagai sahabat, sebagai pengalaman yang intim. Mungkin ada hal yang belum aku jawab malam itu... Aku merasa nyaman berada di sekitarmu, bahkan sejak kamu datang di kala hujan. Aku, si introvert pemalu yang tidak punya kehidupan sosial, merasa untuk pertama kalinya menjadi diri sendiri di hadapan orang yang baru ia kenal. Kenyamanan yang kamu pernah tawarkan, mungkin menjadi alasan kenapa aku merindukanmu.

Tapi kata mereka, ada solidaritas yang musti dibangun antara perempuan, meski mereka tidak saling kenal.

Maka dari itu aku memutuskan untuk diam. Toh, aku juga ikut membuat keputusan gegabah itu. Maaf, lagi-lagi aku menulis tentang kamu.

Bahwasanya, orang muda ingin bebas, ingin anarkis, agar dianggap. Hanya ada dua tipe orang muda, satu yang sadar akan hal itu dan menjalankannya, satu yang membuang jauh pikiran itu, dan berjalan di arah yang lebih pasti.

Kita masih terlalu muda, dan belum bisa mengerti arti tanggung jawab sepenuhnya. Makanya, aku maklum.

Belum saatnya kita bertemu. Entah apakah kita akan bertemu, entah apakah ada sekuel ke dua dari cerita pendek dengan tinta merah itu... Yang aku tahu, kamu sudah tidak ada sekarang.
Dan perempuan yang baru saja disengat kalajengking ini memilih untuk memaafkan keadaan dan berdamai dengannya. Membiarkan kertas berisi pertanyaan itu habis terbakar bersama puntung-puntung rokok yang menodai paru-parunya.

Mungkin kita bertemu, mungkin tidak. Mungkin memang ada, orang yang datang dalam waktu singkat, untuk mengubah segalanya, lalu pergi selamanya. Yang pasti, hidup kita berbeda, meski pernah ada cerita bersama.

Mungkin bagimu, aku hanya sepenggal cerita bulan november yang nantinya hilang sendiri seiring waktu. Tapi aku tidak bisa memungkiri besarnya porsi yang aku berikan di otakku. Karena aku punya rasa, punya napsu, dan aku wanita.

Makanya... mungkin nanti kita bertemu lagi setelah semuanya berubah, semuanya sirna; rasa dan napsu yang tertinggal. atau mungkin kamu datang hanya untuk membuka mataku, akan kesempatan lain. Apapun itu, aku memilih untuk berjarak denganmu. Karena ini yang musti dilakukan.

Masalahnya, suatu yang salah tidak pantas diperjuangkan, kecuali rasa dan napsu menjadi terlalu kuat. Mungkin iya buatku. Tapi tidak buatmu. Dan buat dia, yang nampaknya begitu mengerti, dan menginginkanmu.

Apa kita salah? Salah telah bertemu, salah telah berteman, salah telah berada dalam satu ruangan yang sama. Ah, sudahlah... belum tentu kamu ikut satu pikiran denganku. Mungkin kamu yang sudah terlebih dahulu lupa...

Tidak perlu ada yang disalahkan. Anggap saja keputusan gegabah keluar dari mulutku itu, menyelamatkan kita berdua.

12.06.2013

It's understandable

That moment when you say, we're through, and that was the last time for us being that close, I can't imagine how bad I am at pretending I'm fine without you. Forgive me that I have to bother you with all my childish fear and all my childish behavior.

I secretly repeatedly think of the time we were together. So short it was, but still I couldn't forget the most important thing you gave to me.

I never thought I could meet a guy like you. I still remember the day you came, it was raining. I didn't have the slightest idea how we'd end up. And still I can't believe, I have that dirty little secret with you. I couldn't manage to keep it all by myself. But I do manage not to harm you, and your someone special. So that if you still love her, you could take care of her.

I thought you as ghost, both brings good and bad news. Didn't I tell you, how I become someone I wasn't after meeting you. That part of me, I used to hate, suddenly disappear after I met you. I didn't think of you as someone special whom I have to be with. I could understand how you love her, and I understand and respect your selfishness, that you'd probably chase after her and leave me behind. I cried, yes, but I can't get angry.

Because part of me has changed. I could tell you, that you might misinterpret me, and misunderstand the things in me. You'd probably think of me of someone else I wasn't. The part of me that I showed you, is the only part I never show to anyone, especially when I met them for the first or second times.

Like you said, how many days we have become friends? a short time. I didn't know whether there are people out there who probably have the same issues. We have just met, and something I never imagined happen.

I spent days and nights thinking what the hell is going on. Meeting you is like having encountered with some sort of mysterious entities. Indeed there was a ghost.
I spent days and nights questioning myself and God because I could never understand that, and nobody has the answers. and I hate myself not to be able to resolve all the questions. And still I cant figure that out

Nonetheless, we're through. and it's been a while since the day we met for the last time. Actually I've spent more days thinking than meeting you in person. I didn't know what you might now think about me. And though I could spend all nights hating on your someone special, I choose not to, because she's not the one to blame.

Maybe I'm the one to blame. I fell in love too fast. I never thought a week is sufficient to make me fall in love. But after I said that, I begin to think whether or not love that I feel now. I couldn't and shouldnt love someone without ever know their personality. And I don't know you, nor you know me.
We just pretend probably to know each other and ended up doing stupid things we probably shouldnt do.

Odds are, I enjoy the feeling of being wrong. If you were a mistake, you were the best mistake I've ever made.

I'd maybe spend another months to think about you, and I can't say how long it takes for me to forget you. Or you are probably not to be forgotten.

If you only knew. I am a nerd, and a socially awkward person. I'm not the type of girl who could be someone I was when I'm with you. I don't know what you think. But I remember when we talk, I used to get so nervous in front of person I met for the first time. But in front of you, I don't feel fucking nervous. I could talk all the things I used to talk to people I knew for a long time.

It's like.. we have met before.

It's kinda funny how I think I ever had a friend, when I was about 3 years old. I remember that little guy had the same name as you. Though, I'm not sure whether that was an imaginary friend, or he is exist. Nonetheless, the second time I saw you and heard your name, I think of my long-lost friend. was that you? haha

Look, we could not sit together and talk seriously about things happen to us. You'd probably want to move on, and forget that dirty little secret. I could understand, I didn't mad at you. I just get a lil bit sad, because in the future, I might never have the chance to be that close to you anymore. We would probably never meet each other, nor we have another story between us.

You are the world to me now, you're bigger than you think you are. Like, you have that special place in my mind. You did the things no one has ever did to me. I didn't lie when I said that was the first time for me. That's why, if you want me to forget, I couldn't help to recall all the memories.
But I know, I'm just another girl for you. Especially now you have that someone special, waiting and longing for you, moreover, she's stronger and could understand you more than I do. That's why, wanting you to come back and look at me, would be useless. Cos you won't. But I'm not mad. It's understandable how you just wanna play with all that shit.

What people said is right, you could be a world to someone. But that someone won't think so. that's understandable.

I never lie through my teeth. What you heard about me, is all right. you are my first time. I do smoke and drink. I get drunk. I got tattoo. But I never had a boyfriend. I never kiss anyone.
The only thing that didn't true, I didnt tell this shit to anyone. My friends help me get through the difficult time, you think that was easy. I'm sorry. I need to talk to them because I cant be all alone to know how we become strangers after that.

But I know, I would never tell your someone special about us. You could take care of her. She needs you more than I do. I'm used to be single, and live alone. Being left and deserted is just another story for me. You love her. it's understandable...

Whether I love you, I don't know. Probably, yes, or no. I don't know.
whether I want you.. yes. But I have learned how things are not the way we want. (that's why I hate how I never understand God).

It's over, right?

Having the idea that you'd never come back helped me to ease the pain.
Is it hurt? is it painful? yes because of me. It wasnt your fault, it wasnt anyone's fault. Go take care of her.
Love her, if you still love her.

12.02.2013

Tentang menjadi Kuat

Suatu hari, perempuan-perempuan jomblo yang menjadi tempat curhatan saya ini sedang berkumpul sambil makan siang. Televisi berisikan acara ala taiwan menjadi pemanis siang yang dihiasi awan mendung.. sebentar lagi pasti hujan.

Sebuah topik menarik diajukan si ceriwis bermuka manis dengan tinggi badan tidak sampai 155 cm. "Males, deh, jadi perempuan lenjeh! Tas yang isinya paling cuma tisu sama make up, paling banter softex aja minta dibawain pacarnya ke mana-mana." Entah apa yang tiba-tiba terlintas di pikiran si ceriwis. Kami semua hanya bisa tertawa mengiyakan.

"Gitu-gitu ada gandengannya! Lu liat aja kita!" Tawa setuju pun berganti dengan tawa miris.

Pernah suatu kali, si cantik bertubuh semampai yang menjadi idaman para pria dari lajang sampai beristri mungkin, berkata, perempuan-perempuan jomblo ini adalah apel-apel kualitas tinggi yang sulit didapatkan. Mereka yang bolak-balik dengan mudahnya nemplok sana-sini di bawah ketiak pacarnya, belum tentu sekuat kita.

Nah, lho.

Padahal saya pernah dengar, saya bukan tipe perempuan kuat, dan mungkin bukan termasuk apel-apel berkualitas tinggi.
Ada lagi, hari ini seorang teman baru menyarankan, "Lu jangan sama dia, ah, jangan sampai menurunkan standart lu aja!"

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan menjadi kuat, dan berkualitas tinggi?

Apa perempuan-perempuan yang kami sebut lenjeh itu bukan perempuan kuat? Dan apakah dengan menaruh hati pada pria seperti kamu menjadikan saya, perempuan berkualitas rendah?
Lalu apa yang kamu maksud dengan perempuan kuat?

Pada dasarnya semua orang menangis. Air mata mempunyai konotasi lemah ketika manusia memilih untuk memaknainya begitu. Tetapi air mata tetaplah bagian dalam hidup kita yang tentu tidak menjadikan kita lemah. Ada orang-orang yang doyan menangis, tapi hal itu tidak bisa dijadikan patokan kuat atau lemahnya seseorang. Berapa orang yang tidak pernah menangis, tapi berakhir mati muda putus asa?

Apa mungkin metafora apel itu cuma jadi alasan para jomblo yang ingin dilihat sebagai berlian mahal daripada apel busuk, sama-sama sepi peminat. Lalu apakah kualitas tinggi dan menjadi kuat itu mutlak dalam sebuah hubungan?

Karena pada akhirnya semua saling melengkapi. Cinta tidak lagi berkutat dengan kalkulator, menghitung kualitas dan kuantitas kuota cinta keduanya. Hanya keinginan untuk saling menerima, saling menjaga, menghargai, dan mengerti. 

Perempuan lemah dan lenjeh, istilah kami, berpasangan dengan pria-pria bodoh yang mau saja jadi gantungan tas berjalan yang isinya cuma tisu, paling banter softex. Apa benar sang perempuan, dan sang lelaki saling mencintai? ingin menjaga? dan saling mengerti?

Karena kalau kita kembali pada kodrat, yang sering cuma dijadikan alasan untuk semua perilaku, pria lebih bertumpu pada keahlian alat kelaminnya, sedangkan perempuan mengedepankan perasaan. Jika kodrat sialan itu benar adanya, maka kasihan orang-orang yang masih percaya cinta. Karena mereka pasti kecewa... seperti saya.. eh, ko jadi curhat?!

Menjadi kuat, apakah menjadi sadar bahwa sebuah hubungan singkat tidak mungkin serius, dan banyak unsur main-mainnya. 
Menjadi kuat, apakah menyadari bahwa menangis tidaklah bijaksana ketika kau sadar, kau sudah ditipu habis-habisan, ya harusnya tertawa saja. Toh, cuma main-main!

Saya belum mengerti bagaimana menjadi kuat yang kamu maksud.

Saya bukan perempuan kuat, walaupun saya mati-matian meyakinkan teman-teman jomblo saya bahwa, perempuan jomblo jelas lebih kuat, karena kami terbiasa sendiri, tidak bergantung, tidak jatuh dan menderita ketika si lelaki tidak ada.
Yang kurang dari kami adalah, kami tidak mengerti jenis lelaki mana yang berkeliaran di dunia ini. Ada satu yang serius, mengedepankan cinta dan masa depan. Dan ada anak kemarin sore yang masih ingin bermain.

Sayangnya, sebagai jomblo yang merasa kuat dan berkualitas tinggi lalu dipertemukan dengan lelaki yang ingin bermain, ia tidak mengerti bagaimana menghadapinya. Karena ia terbiasa percaya cinta.
Walaupun suda berapa banyak rokok yang harus ia hisap agar ia tidak gila, pada akhirnya, si jomblo yang terbiasa sendiri, ya masih saja hidup, tidak berakhir pada mati muda putus asa.

Cuma saya masih tidak tahu, apa yang kamu maksud dengan kuat. Dan apakah perempuan yang ada di sisi kamu adalah perempuan kuat yang sesuai dengan kriteria kuat yang kamu pikirkan siang malam.

Aaaah, anggap saja iya.. anggap saja saya kurang kuat.. Anggap saja perempuan itu lebih hebat, berkualitas tinggi.. Biar saja saya diam di atas sebagai apel mahal menurut saya sendiri, entah benar, atau hanya pembenaran jomblo yang kelamaan kesepian.